Tampilkan postingan dengan label Demak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demak. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Oktober 2015

Mbah Yatin Jualan Genting Kaca , Siapa Mau Ikut

20150115_125623

Demak – Bagi pak Yatin (55) warga desa Jleper kecamatan Mijen kabupaten Demak berjualan adalah salah satu cara yang termudah untuk mendapatkan rezeki atau penghasilan. Selain bekerja sebagai buruh tani di sela-sela waktunya ia manfaatkan untuk berjualan Genting kaca keliling.
Ia kulakan genting kaca dari Semarang bersama temannya. Satu kali kulakan paling sedikit ia membeli 400 – 600 buah genting. Bersama temannya satu desa genting kaca itupun ia jual secara kelilingan. Dengan naik sepeda ia berkeliling dari kampung satu ke kampung lainnya.
“ Selain di daerah Demak sendiri meliputi kecamatan Wedung, Mijen dan Bonang. Saya jug aider keliling kampung di daerah Jepara mulai dari kecamatan Kedung, Pecangan dan Welahan “, kata Pak Yatin padakabarseputarmuria.com.
Dengan sepeda tuanya pak Yatin berangkat dari rumah habis subuh. Iapun menuju desa pelosok yang jauh dari toko bangunan. Ini diharapkan warga yang membutuhkan genting kaca akan  membeli darinya. Selain itu genting kaca adalah barang yang mudah pecah sehingga jika membeli dari toko harus hati-hati membawanya.
“ Tapi kalau membeli dari saya tidak usah jauh jauh ke toko bangunan. Meskipun harganya sedikit lebih mahal namun keamanan terjamin. Bisa langsung dipasang “, kata pak Yatin.

Menjalani kerja sebagai penjual genting keliling harus sabar. Jika sehari  tidak ada yang membeli jangan putus asa. Awal-awal berjualan genting kaca ini sehari ia pernah hanya laku 1-2 genting . Namun pekerjaan itu tetap dijalani. Prinsipnya jika mau berjalan pasti ada yang membelinya. Soal banyak atau sedikit itu sudah rezeki dari Allah.
“  Hari ini saya membawa sekitar 50 buah genting, alhamdulillah tinggal 10 an . Sambil perjalanan pulang mudah-mudahan bisa habis semua . “tambah pak Yatin.
Berjualan genting kaca ini keuntungannya cukup lumayan. Ia menjual satu buahnya Rp 10 ribu , rata rata pelanggan beli paling sedikit 2 buah. Ia mengambil kentungan sekitar 20 persen. Jika sehari laku 50 buah genting maka ia bisa mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp 100 ribu. Namun jika dirata-rata ia bias menjual genting kaca 25 – 30 buah.
Selain ider di daerah Demak dan Jepara , pak Yatin juga jualan genting kaca ini di daerah Jawa Timur. Bersama temannya ia kontrak rumah untuk ditempati bersama selanjutnya ia bersama rekan-rekannya turun ke desa-desa untuk ider genting kaca. Ini dilakukan ketika di desanya tidak ada pekerjaan di bidang pertanian.
“ Intinya kerja jualan jangan malu , ider keliling kampung produk apa saja yang dibutuhkan tetap laku. Soal banyak atau sedikit itu rejeki dari Allah kita tinggal njalani saja “, tambahnya. (Muin)

Minggu, 20 September 2015

Nasi Kucing Nasi Bungkus Mini , Yang Kini Populer Dimana-mana


Nasi kucing itulah sebutan untuk nasi yang dibungkus kecil-kecil. Entah sejak kapan makanan berbahan beras ini ada . Nasi ini banyak dijual oleh penjual angkringan dan saat ini sudah menjadi banyak tempat makan yang tersebar ke berbagai pelosok daerah.
Dengan modal tempat jualan yang berbentuk gerobak angkringan yang umumnya beroda, maka para penjual nasi kucing ini menjajakan dagangannya. Di atas gerobak angkringan ini diletakkan bertumpuk-tumpuk bungkusan nasi kucing itu dengan berbagai hidangan pelengkap lainnya.
 Penjual angkringan nasi kucing ini selalu melengkapi dengan minuman hangat baik kopi, teh ataupun jahe. Kalau di angkringan seperti ini yang diinginkan kadang adalah suasana santai untuk sekedar makan dan minum sambil mengobrol apa saja.
Nasi kucing yang dijajakan berupa nasih putih dengan lauk sayur tempe, ikan teri dan sambal ditambah dengan seiris ayam atau kaki ayam. Selain itu terdapat lauk tambahan lain berupa ayam, telur, sate usus, kaki ayam goreng dan lain-lain yang dapat bersifat pilihan.
Nasi putih yang disediakan hanya segenggam saja sehingga tidak akan membuat orang merasa kenyang. Bagi pembeli laki-laki mungkin akan perlu menghabiskan lebih dari satu bungkus.
Keberadaan ikan teri dan bungkusan yang kecil inilah yang mungkin menjadi asal mula nama nasi kucing. Ibaratnya nasi tersebut sangat cocok sebagai makanan kucing di rumah. Untuk seekor kucing maka hanya perlu sebungkus dengan menu ikan teri asin yang sangat sedap. Jadi kalau anda hanya makan nasi kucing sebungkus, ibaratnya anda hanya seekor kucing.

Nasi kucing biasanya dibungkus dalam daun pisang yang dilapis kertas koran. Soal bungkus inilah yang sebenarnya perlu menjadi perhatian, karena dapat menjadi memberikan kontribusi penyumbang sampah dalam jumlah besar.
Nasi yang dibungkus kecil tetapi memerlukan bahan pembungkus yang banyak. Meskipun pembungkus nasi kucing bersifat ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan organik sehingga dapat diolah di alam dan tidak bersifat mencemari lingkungan, namun tentunya tetap bersifat sebagai sampah.
Satu catatan lagi soal bahan pembungkus nasi kucing ini adalah selalu menggunakan kertas bekas, baik berupa kertas koran maupun kertas bekas lainnya yang diperoleh dari perseorangan, sekolah atau kantor. Jadi boleh saja mereka para penggemar nasi kucing tetap menyebut produk ini sebagai berwawasan lingkungan.
Nasi kucing ini kini popular dimana-mana. Dari desa sampai kota banyak anglkringan yang menjual nasi kucing ini. Selain nasi kucing hidangang lan yang tak kalah digemari adalah berbagai macam gorengan seperti tahu goreng, tempe goreng, pisang goreng sampai dengan bakwan. Ada juga sate-satean dari sate kerang, sate kulit ,sate bakso sampai dengan sate usus.

Warung-warung angkringan inilah yang menjadi ajang diskusi masyarakat kecil mulai dari petani, tukang becak sampai dengan buruh pabrik. Setiap malam warung-warung mala mini buka dari sore menjelang malam sampai dengan habisnya malam. (Muin )


Butuh Garam Krosok Demak Hubungi  HAMZAWI 085727809314

Jumat, 18 September 2015

AriesNet Kedungmutih Usaha Warnet Di Pesisir Yang Menjanjikan


Aries Net Kedungmutih

Demak – Saat ini internet menjadi salah satu kebutuhan  pokok bagi kita semua. Selain sebaga sarana hiburan internet juga digunakan sebagai sarana pembelajaran dan usaha. Oleh karena itu kini usaha warnet menjamur dimana-mana hingga ke pelosok desa. Bahkan sampai ke desa pesisir seperti desa Kedungmutih kecamatan Wedung.

Arisulhakim pemilik Warnet ArisNet mengatakan usaha warnet di depan pasar baru desa Kedungmutih ini dibuka baru satu bulanan. Pendirian warnet ini dipicu oleh kebutuhan internet bagi warga desanya . Terutama pelajar yang membuat tugas. Sebelum ia membuka warnet banyak diantara mereka yang keluar dari desa Kedungmutih hanya untuk menggarap tugas.

“ Saya terus ada ide untuk membikin usaha warnet ini . Kebanyakan warga disini mengakses internet lewat HP selain mahal ongkosnya juga tidak bisa untuk membuat tugas . Akhirnya saya dengan modal seadanya membuka usaha warnet ini “, cerita Aris pada kabarseputarmuria.com

Selain Warnet Aris juga menjual makanan kecil sebagai teman ngenet. Iapun menyediakan minuman dingin dan hangat untuk pelanggannya. Ada kopi susu, jahe hangat dan juga berbagai snak-snak yang di taruh dalam lemari khusus.Ini semua disediakan untuk pelanggan agar nyaman dalam berinternet.

Selain itu iapun menyediakan layanan wifi bagi pelanggannya yang membawa HP dan laptop sendiri. Jika tariff ngenet dengan system jam-jaman. Untuk tarif Wifi dengan system borongan. Saat ini harga perjam  ngenet  Rp 3.000,- . Dua jam dapat diskon hanya Rp 5.000,-. Sedangkan Wifi satu kali pakai Rp 1.500,-.

“ Kalau untuk pelajar biasanya system jam-jaman kebanyakan mereka untuk membuat tugas sekolah . Tetapi jika anak-anak muda disini biasa membawa HP sendiri dan Wifinan disini “, kata Aris.

Adapun jam buka ArisNet ini sekitar pukul satu siang. Waktu pagi ia gunakan untuk mengajar di sekolah . Habis mengajar di SD iapun membuka warnetnya sampai dengan jam 12 malam. Jika hari minggu dan libur warnet ia buka 24 jam pagi malam sampia pagi hari lagi.



“ Alhamdulillah bisa tambah-tambah penghasilan , ya dari ngajar saja gaji tak seberapa karena masih honorer. Dengan membuka usaha ini mudah-mudahan ada tabungan untuk persiapan masa depan “, kata Aris yang masih membujang.

Selain warga desa Kedungmutih pengguna internet di warnetnya juga warga tetangga desa misalnya desa Kedungkarang, Kedungmalang dan juga Babalan. Ramainya jika malam hari tiba terutama para kawula muda. Sedangkan pelajar biasanya sore hari datang berombongan.

Dari usahanya ini Aris berharap selain ia dapat penghasilan tambahan . Juga membuka wawasan pemikiran bagi warga pesisir tentang berbagai informasi dari internet. Apalagi para pelajar jika melanjutkan sekolah ke kota tidak akan ketinggalan dengan teman-temannya.

“ Saya ingin warga di sini maju dengan adanya warnet ini. Karena dari internet ini kita bisa petik berbagai manfaat. Selain itu dengan internet ini kita bisa menambah pengalaman “, kata Aris yang sehari-harinya mengajar di SD Kedungmutih. (Muin)

Jumat, 09 Januari 2015

Berjualan Keliling Makanan Hasilnya Menjanjikan Silakan di Coba


 

Bang Miko Layani pelanggannya

Demak – Saat ini peluang usaha yang masih menjanjikan adalah jualan atau berdagang. Namun demikian tidak semua orang melirik usaha ini apalagi yang berpendidikan atau mempunyai ijasah. Mereka lebih senang bekerja sebagai pegawai negeri atau pegawai swasta. Padahal peluang kerja sebagai PNS cukup kecil.
Itulah yang mendorong bang Miko warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung ini membuka usaha jualan makanan keliling. Dengan modal yang tidak begitu besar . Dia jualan makanan keliling dengan jam kerja bebas dan hasilnya cukup lumayan. Setiap hari ia keliling kampung di desanya juga desa tetangga.
“ Kalau di hitung-hitung saya kerja sebagai penjual keliling ini sudah lebih 5 tahun. Awalnya saya ikut orang menjualkan sio may orang Bandung. Namun setelah punya pelanggan sayapun kemudian membuat sendiri dan saya kelilingkan “, aku Miko yang asli Solo pada kabarseputarmuria.
Dia awalnya merantau di Semarang ikut orang Bandung jualan sio may. Ketika itu ia  belum berpengalaman sehingga perlu belajar banyak dengan teman-temannya. Selama di Semarang itu selain berjualan keliling iapun menyempatkan diri untuk melihat cara pembuatan sio may. Mulai bahan , bumbu serta cara membuatnya.
“ Nah ketika jalan-jalan ke Kudus itulah saya bertemu dengan istri saya orang Demak . Sehingga habis nikah saya pindah ke rumah istri di Demak . Mertua jualan ikan dan tetangga kerja sebagai petambak dan nelayan . Karena saya sudah punya kerja ya saya jualan makanan keliling di Demak “, ungkap Miko.
Menurut Miko ada berbagai peluang untuk jualan makanan keliling. Diantaranya sio may , Bakso bakar , sosis dan masih banyak lagi yang lain. Jualan sio may misalnya modal yang dibutuhkan kurang dari lima ratus ribu. Bahan yang dibutuhkan misalnya tahu, sayuran, telor , kentang . Sedangkan bumbunya ada bumbu dapur komplit, kacang tanah, gula merah dan kecap. Cara membuatnya cukup mudah semua bahan di rebus , sedangkan bumbu diracik seperti membuat sambal.
“ Setelah semua matang dagangan ditempatkan dalam , wadah kotak kaca . Kotak itu di tempatkan di belakang sepeda motor . Di dalamnya ada kompor dan juga tempat memasak untuk menghangatkan. Kotak bisa dipesan pada tukang kayu”, papar Miko.
Lebih mudah lagi jika berjualan bakso goreng. Kita bisa membuat adonan bakso dengan menggilingkan daging dan tepung sesuai dengan keinginan. Sampai di rumah adonan itu dibuat bulatan-bulatan bakso besar dan kecil. Bumbupun di ramu dengan bahan bahan bumbu dapur ditambah saus dan kecap. Untuk penjualan kita tinggal membakar diatas kompor dan diberi bumbu 
“ Sekarang saya jualan bakso goreng keliling. Sio May kelihatannya sudah jenuh. Nah kalau bakso goreng ini lebih mudah pembuatannya. Untungnya cukup lumayan dan kerjanya juga ringan “, tutur Miko.
Seharian jualan keliling Miko mengaku berpenghasilan Rp 60 ribu – 100 ribu setiap hari. Oleh karenanya selain untuk belanja kebutuhan di rumah ia masih bisa menyisakan penghasilan untuk di tabung. Oleh karena itu bagi yang belum mempunyai pekerjaan atau cari sambilan pekerjaan bisa melirik usaha jualan keliling ini.
“ Jika malu di desa sendiri ya coba keluar dari desa . Memang kendala yang besar pada usaha jualan keliling ini adalah rasa malu. Apalagi jika awal-awal membuka usaha pasti banyak rintangannya “, tutup Miko. (Muin)






Jumat, 26 Desember 2014

Jualan Ikan di Pasar , Berangkat Pagi Pulang Sore Hari


Ikan adalah kebutuhan pokok sehari-hari oleh karena itu merupakan peluang yang bisa mendatangkan penghasilan harian. Hamim warga desa Tedunan kecamatan Wedung ini membidik usaha penjualan ikan segar ini. Jika pagi hari ia kulakan ikan di pasar ikan desa Kedungmutih  selanjutnya ikan itu di jual ke  pasar Bangsri Jepara.
Meskipun setiap hari harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer. Namun profesinya itu tetap dijalani senang hati karena setiap hari mendapatkan penghasilan yang lumayan dari usahanya itu. Bau amisnya ikan tidak dihiraukan asal kebutuhan keluarga bisa tercukupi. Selain itu juga bisa menabung untuk kebutuhan mendatang.
“ Kalau dihitung saya kerja jualan ikan ke Pasar Bangsri ini sudah lebih 15 tahun. Awalnya ya mencoba-coba bawa dagangan sedikit lama-lama jadi banyak. Dulu jualan hanya ndempel di luar pasar kini saya sudah punya los di pasar Bangsri “, aku Hamim yang ditemui di pasar baru desa Kedungmutih .
Berbagai jenis ikan dijual oleh Hamim , mulai dari ikan kecil seperti udang, sindo,kodo sampai ikan besar seperti Kakap dan Manyung. Dagangan ia bawa dengan ember besar yang ditempatkan di jok belakang motornya. Selebihnya di bawa di bagian depan motor dalam ember kecil. Untuk memenuhi pelanggannya ia bungkus berbagai jenis ikan dalam kresek.
Dari nilai modal dagangannya tidak lebih satu juta rupiah. Jualan ikan dengan system eceran ini tidak memerlukan modal yang besar. Agar dagangan habis pemilihan ikan harus jeli. Ikan-ikan yang disenangi pelanggan harus diutamakan. Selain itu juga membawa jenis ikan lain sebagai variasi dagangan.
Agar mempunyai pelanggan yang selalu bertambah . Dalam berjualan harus selalu ramah dan juga jujur . Dagangan yang ada kekurangannya harus disampaikan kepada pelanggan. Selain itu juga memberikan tambahan atau bonus jika membeli dalam jumlah banyak.
Berdagang ikan menurut Hamim kendala usahanya sangat minim. Paling jika perjalanan hujan lebat atau terkena banjir dijalan. Sehingga sampai di pasar sudah kesiangan beberapa pelanggan sudah pulang . Jika dagangan tidak habis paling diberi tambahan es batu agar kondisi dalam keadaan segar. Besok pagi dijual kembali dengan pengurangan harga pada pelanggan.
“ Ya kalau penghasilan bersih seharinya ya tidak dapat ditentukan , ya kadang dapat banyak ya kadang dapat sedikit tergantung dari dagangan yang dibawa. Ya kalau sehari Rp 100 ribu sih dapat mas , jika bawa dagangan banyak ya sampai Rp 200 ribu bersih. “ aku Hamim.
Menurut Hamim usaha penjualan ikan prospeknya masih lebar. Sehingga bagi pemain baru tidak perlu takut merugi dari usaha penjualan ikan. Yang penting di coba dulu dengan membawa dagangan sedikit. Dengan modal sepeda motor dan uang sedikit kita bisa membuka usaha penjualan ikan. Jika belum punya lapak atau tempat khusus dicoba untuk keliling dulu.

“ Tempat jualannya ya bisa di tempat-tempat ramai misalnya pasar, depan perbelanjaan atau tempat yang ramai lainnya. Jika sehari udah dapat pembeli hari berikutnya tinggal lanjut terus “, jelas Hamim. (Muin)

Rabu, 24 Desember 2014

Mbak Ulfah Bantu Suami Jualan Jajanan Anak Sekolah

Mbak  Maria Ulfah dan dagangannya

Demak – Bagi Maria Ulfah warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak waktu yang luang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Meski ia hanya seorang istri namun waktu luangnya dimanfaatkan  untuk berjualan jajanan anak di sekolah pagi hari. Usai kegiatan keluarga siang hari waktunya juga digunakan untuk kembali berjualan di Madrasah sore hari.
Oleh karena itu ketika tetangganya sedang ramai membicarakan bantuan PSKS (Program Simpanan Kesejahteraan Sosial ) yang digulirkan pemerintahan Jokowi- Kalla ia tak mempedulikannya. Mestinya ia salah satu warga yang berhak menerima bantuan itu. Namun demikian nyatanya ia terlewatkan . Namun ia bersyukur meski tak dapat dana kompensasi BBM yang penting jualannya laku.
“ Tak dapat tak apa-apa pak , yang penting setiap hari jualan lancar . Allah selalu memberi rejeki pada saya lewat jualan di sekolah dan madrasah  . Yang penting badan sehat dan bisa jualan setiap hari “, kata Maria Ulfah pada penulis.
Maria Ulfah mengatakan , tetangganya memang ramai membicarakan bantuan PSKS . Terutama yang tidak mendapatkan namun ia tidak mempedulikannya. Padahal dari segi ekonomi ia berhak mendapatkan bantuan itu. Suaminya hanya tukang batu yang setiap hari belum tentu mendapatkan pekerjaan. Untuk mencukupi kebutuhan harian iapun membantu untuk berjualan jajanan untuk anak sekolah.
“ Alhamdulilah penghasilan saya Rp 30 ribu – Rp 40 ribu   , modal untuk membuka usaha jualan jajanan anak sekolah ini ya sekitar Rp 2 Juta rupiah . Dulu modalnya ya tabungan dan juga pinjam “, aku Maria Ulfah.
Kegiatan jualan di sekolahan itu tidak menganggu aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Pagi habis subuh ia mempersiapkan kebutuhan  anaknya sekolah misalnya memasak dan membuat sarapan . Setelah semua siap iapun berangkat ke sekolah bersama putranya. Sekitar jam 11 siang iapun mengemasi jualannhya.
“ Sampai di rumah terus istirahat sebentar dan mempersiapkan makan siang untuk keluarganya. Setelah istirahat  kurang lebih satu jam sayapun berangkat kembali ke Madrasah untuk jualan jajanan “, kata Ulfah menambahkan.
Dagangan yang berupa makanan kecil itu di beli dari pasar desa setempat. Berupa manisan , minuman dengan berbagai macam jenis mainan sederhana. Seminggu sekali ia kulakan ke pasar Pecangaan yang jauhnya sekitar 10 Km. Di pasar itu ia kulakan makanan dan mainan yang tidak ada di pasar desa Kedungmutih. Hal itu dimaksudkan untuk mendongkrak penjualan. Jika mengandalkan makanan dan mainan di desa hampir semua pedagang menjualnya.
“  Itu saya lakukan seminggu sekali , dengan  diantar suami atau naik ojek saya kulakan berbagai jenis makana dan mainan . Alhamdulillah dengan cara itu dagangannya bisa cepat laku dan banyak untungnya “, tambah Maria.
Berdagang jajanan anak-anak ini harus sabar dan telaten . Di sekolah dia banyak menjumpai anak dengan bermacam karakter. Ada yang kalem, ada juga yang agak ndableg. Semua itu ia hadapi dengan senang hati , sehingga pelangganpun tetap membeli setiap hari. (Muin)