Selasa, 13 Oktober 2015

Bang Emir Produksi SAMTIS , Oleh-Oleh Khas Jepara


Jepara – Bagi anda yang berwisata dikota Jepara kini ada oleh-oleh baru khas Jepara. Produk yang baru dilauncing dua bulan yang lalu kini mulai dikenal orang dan laku di pasaran. Namanya SAMTIS kepanjangan dari Sambal dan Petis. Jepara dikenal sebagai daerah pantai yang melimpah hasil udang dan cuminya. Sambal dan Petis merupakan teman nasi yang dikenal dimana-mana
“ Ide awal pembuatan produk ini sudah ada dua tahun yang lalu.Namun baru terealisasi tiga bulan yang lalu melalui proses analisa yang panjang.Satu bulan lebih kami mentester produk ini ke teman-teman di lain daerah Alhamdulillah mereka respond an setuju jika SAMTIS ini diproduksi “, ujar Bang Emir pemilik Usaha SAMTIS yang beralamat di desa Kedungmalang kecamatan Kedung pada kabarseputarmuria.com
Emir mengatakan , bapak dan ibunya sejak dulu dikenal sebagai pedagang hasil laut seperti ikan, udang dan cumi. Resep SAMTIS ini merupakan resep rahasia ibunya yang dikenal jago memasak. Dulu ketika kuliah di Yogya ibunya sering membuat masakan dari ikan termasuk samtis . Teman satu pondok , bahkan kiai pengasuh pondok suka sekali akan masakan ibunya.

“ Nah dari itulah lantas saya  berpikir bagaimana menambah penghasilan keluarga dengan membuka usaha kuliner seperti yang disarankan kiai saya  dulu. Jadi yang paling mudah adalah membuat sambal dan petis yang merupakan resep warisan nenek saya dulu “, tambah Emir.
Dari hasil tester positif itulah kemudian SAMTIS dibuat dengan jumlah yang banyak. Kemasan pun dicari agar menarik untuk dipasarkan. Teman yang punya keahlian mendisain kemasanpun dimintai tolong. Sedangkan kemasan botol belingpun menjadi pilihan agar bersaing dengan produk sejenis yang telah ada.
Usai dikemas mulailah melauncing produk dengan memperkenalkan ke teman-teman via jejaring social. Berbagai macam media sosialpun  menjadi ajang promosi termasuk instagram. Upload produk via jejaring sosialpun berbuah pesanan. Satu dua pesanan mengalir tidak hanya area pulau Jawa saja. Bahkan pesanan juga datang dari luar negeri.
“ Alhamdulillah respon produk SAMTIS ini luar biasa dengan harga Rp 35 ribu perbotol belum ongkir setiap hari selalu ada permintaan via On line. Selain itu banyak juga pembeli yang langsung datang ke rumah . Mereka itu kebanyakan tinggal di Jepara mereka datang langsung ke tempat kami “, kata Emir lagi.

Emir menjamin produknya adalah satu-satunya di Jepara dan merupakan produk baru . Terbagi atas dua Varian yaitu SAMTIS udang dan SAMTIS cumi. Untuk SAMTIS udang bahan pokoknya adalah udang ditambah dengan cabe dan bumbu lainnya. Sedangkan SAMTIS cumi berbahan cumi-cumi ,cabe dan bumbu lainnya. Selain untuk teman makan nasi , SAMTIS ini juga bisa dimakan dengan buah-buahan (dibuat rujak) dan juga dimakan dengan kerupuk.
“ Pokoknya Samtis ini dimakan dengan apa saja rasanya lezat , apalagi yang senang akan rasa pedas SAMTIS ini cocok untuk teman makan nasi. Dibawa kemanapun SAMTIS ini juga praktis. Untuk mahasiswa atau pegawai yang kos SAMTIS ini juga bisa digunakan sebagai lauk alternative”, kata Emir berpromosi.

Nah Jika anda diluar kota dan ingin membeli produk SAMTIS bang Emir bisa membelinya secara On-line dengan cara SMS ke Nomor HP 085641629350 dengan format Nama#Alamat#SAMTIS#Jumlah. Selanjutnya operator akan membalas pesanan anda. Atau anda bisa beli via BUKA LAPAK (Muin)

Butuh Garam Krosok Demak Hubungi  HAMZAWI 085727809314

Senin, 12 Oktober 2015

Pak Sholkhan Gedangan Welahan , Jasa Shoting Mantennya Masih Laris

Pak Sholikhin in action ambil gambar
Jepara – Usaha apa saja kalau ditekuni dengan senang hati akan berbuah kesuksesan atau keberhasilan. Soal kaya atau miskin itu sudah kehendak yang diatas. Manusia hidup didunia harus mempunyai usaha untuk menghidupi keluarga. Susah atau senang tetap dijalani utuk menuju keberhasilan.
Itulah kata-kata yang dilontarkan oleh Sholkhan pemilik usaha Foto dan Shoting Video “Indra” asal desa Gedangan Welahan Jepara.Selama lebih dua puluh tahun ia menekuni jasa Foto dan Shoting Video untuk manten dan  juga acara lainnya. Selama puluhan tahun itu ia menghidupi keluarga dari jasa Foto dan Shoting Video.
“ Ya yang namanya usaha ya ada ramai dan juga sepinya mas. Namun permintaan jasa Shoting Video ini di Jepara masih laris saja. Seperti bulan besar ini setiap hari saya harus pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk datangi acara mantenan”,  aku Sholkhan yang ditemui kabarseputarmuria.com di acara resepsi pengantin di Desa Pecangaan Jepara.
Meskipun saat ini sudah banyak perangkat perekam Video seperti HP,Tab dan juga kamera digital. Namun orang masih mempercayakan dokumentasi perkawinannya dengan mengundang jasa shoting video amatir. Dengan adanya video dokumentasi ini moment yang tak terlupakan ini terus di kenang.
“ Ya kita dapat order biasanya dari mitra perias , biasanya jasa shoting satu paket dengan rias pengantin dan foto. Semakin kerja kita bagus hasilnya maka sering kita mendapatkan order dari perias “, kata Sholkhan.


Bekerja sebagai tukang shoting video banyak suka daripada dukanya . Selain mendapatkan uang jasa shoting juga bisa mendapatkan banyak kenalan di berbagai acara. Selain  itu juga bisa merasakan berbagai macam makanan yang disuguhkan oleh si empunya gawe ketika berlangsungnya pesta pernikahan.
Adapun dukanya ya kalau tiba-tiba on melakukan pengambilan gambar tiba-tiba hujan atau ada peralatan yang ngadat. Sehingga pengambilan gambar terganggu sedangkan hasilnya juga kurang memuaskan. Oleh karena itu sebelum berangkat ia selalu mempersiapkan peralatannya sebaik mungkin.
“ Kita tidak ingin mengecewakan pelanggan dan juga tukang riasnya. Sudah bayar mahal hasil tidak bagus pasaran kita bisa turun. Selama ini kita belum pernah mengecewakan pelanggan”, tambah Sholkhan.
Ketika ditanya hasil dari usaha Shoting Video Sholkhan mengaku cukup untuk menghidupi keluarganya.Sehingga peluang usaha jasa shoting ini masih terbuka lebar. Tidak hanya untuk acara mantenan saja, jasa shoting ini juga dibutuhkan untuk dokumentasi acara music, wayang kulit dan juga kethoprak atau kesenian tradisional.

“ Resepnya banyak pelanggan ya pelayanan harus baik. Tepat waktu kedatangannya dan  hasil rekaman dari shoting mempengaruhi para pelanggan kita terutama para perias. Oleh karena itu untuk editing saya serahkan pada ahlinya “, tambah Sholkhan menutup sua. (Muin)
Butuh Garam Krosok Demak Hubungi  HAMZAWI 085727809314

Mbah Yatin Jualan Genting Kaca , Siapa Mau Ikut

20150115_125623

Demak – Bagi pak Yatin (55) warga desa Jleper kecamatan Mijen kabupaten Demak berjualan adalah salah satu cara yang termudah untuk mendapatkan rezeki atau penghasilan. Selain bekerja sebagai buruh tani di sela-sela waktunya ia manfaatkan untuk berjualan Genting kaca keliling.
Ia kulakan genting kaca dari Semarang bersama temannya. Satu kali kulakan paling sedikit ia membeli 400 – 600 buah genting. Bersama temannya satu desa genting kaca itupun ia jual secara kelilingan. Dengan naik sepeda ia berkeliling dari kampung satu ke kampung lainnya.
“ Selain di daerah Demak sendiri meliputi kecamatan Wedung, Mijen dan Bonang. Saya jug aider keliling kampung di daerah Jepara mulai dari kecamatan Kedung, Pecangan dan Welahan “, kata Pak Yatin padakabarseputarmuria.com.
Dengan sepeda tuanya pak Yatin berangkat dari rumah habis subuh. Iapun menuju desa pelosok yang jauh dari toko bangunan. Ini diharapkan warga yang membutuhkan genting kaca akan  membeli darinya. Selain itu genting kaca adalah barang yang mudah pecah sehingga jika membeli dari toko harus hati-hati membawanya.
“ Tapi kalau membeli dari saya tidak usah jauh jauh ke toko bangunan. Meskipun harganya sedikit lebih mahal namun keamanan terjamin. Bisa langsung dipasang “, kata pak Yatin.

Menjalani kerja sebagai penjual genting keliling harus sabar. Jika sehari  tidak ada yang membeli jangan putus asa. Awal-awal berjualan genting kaca ini sehari ia pernah hanya laku 1-2 genting . Namun pekerjaan itu tetap dijalani. Prinsipnya jika mau berjalan pasti ada yang membelinya. Soal banyak atau sedikit itu sudah rezeki dari Allah.
“  Hari ini saya membawa sekitar 50 buah genting, alhamdulillah tinggal 10 an . Sambil perjalanan pulang mudah-mudahan bisa habis semua . “tambah pak Yatin.
Berjualan genting kaca ini keuntungannya cukup lumayan. Ia menjual satu buahnya Rp 10 ribu , rata rata pelanggan beli paling sedikit 2 buah. Ia mengambil kentungan sekitar 20 persen. Jika sehari laku 50 buah genting maka ia bisa mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp 100 ribu. Namun jika dirata-rata ia bias menjual genting kaca 25 – 30 buah.
Selain ider di daerah Demak dan Jepara , pak Yatin juga jualan genting kaca ini di daerah Jawa Timur. Bersama temannya ia kontrak rumah untuk ditempati bersama selanjutnya ia bersama rekan-rekannya turun ke desa-desa untuk ider genting kaca. Ini dilakukan ketika di desanya tidak ada pekerjaan di bidang pertanian.
“ Intinya kerja jualan jangan malu , ider keliling kampung produk apa saja yang dibutuhkan tetap laku. Soal banyak atau sedikit itu rejeki dari Allah kita tinggal njalani saja “, tambahnya. (Muin)

Yuk Jualan Kerupuk , Hasilnya Sangat Empuk Lho


Mbah darsuh dan Kerupuk dagangannya

Demak- Usaha apa saja kalau sudah cocok rintangan apapun dapat ditasi dengan mudah. Selain itu rejekipun sepertinya datang sendiri dan mudah memperolehnya. Hal itu dialami oleh Mbah Darsih (63) pedagang kerupuk asal desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Dema ini.
Dua minggu sekali dagangan kerupuk satu truk senilai Rp 5 juta laris manis terjual. Kerupuk yang diambil dari pengepul Gajah Demak dengan cara borongan yang ditempatkan diplastik besar. Seterusnya setiap harinya ia bungkusi kecil-kecil sesuai dengan permintaan. Satu bungkus jika dijual eceran antara Rp 500 – Rp 1000.
“ Kerupuk-kerupuk ini nanti kita bungkus kecil-kecil sesuai dengan jenis kerupuknya. Ada kerupuk mie , kerupuk kerung, kerupuk usus dan juga kerupuk udang. Setelah terbungkus kecil-kecil baru kita jual ke pasar”, cerita mbah Darsih pada kabarseputarmuria.com
Mbah Darsih yang rumahnya di depan pasar Baru desa Kedungmutih mengatakan, sebelum berjualan kerupuk ia pernah berganti-ganti usaha. Pernah jual gorengan, jual makanan dan juga jual buah dan juga bumbu dapur. Seiring dengan usia dan kesehatannya iapun beralih usaha jual kerupuk yang mudah dan tidak banyak tenaga.
Mbah Hasyim ikut kerja bungkus kerupuk

“ Usaha jual apa saja sudah pernah saya jalani dengan susah payah. Alhamdulillah di usia tua saya ini saya bisa jualan kerupuk yang hasilnya cukup lumayan. Sekali setoran modhalnya sekitar 5 juta rupiah. Setelah habis semuanya bisa jadi 6 juta rupiah sampai 6.5 juta lumayan bisa untuk nyambung hidup”, kata Mbah Darsih.
Usaha jualan kerupuk ini resepnya harus tlaten. Agar kerupuk tetap fres harus diteliti plastiknya ada kebocoran atau tidak. Selain itu ketika membungkus harus dihitung dengan benar agar pelanggan tidak kecewa. Jangan kebanyakan dan juga jangan kurang menurut hitungannya.
salah satu jenis kerupuk dagangan mbah Darsh

“ Jika kebanyakan pelanggan sih senang karena dapat kerupuk banyak. Kita yang rugi karena tidak kembali modal. Begitu juga kalau sedikit kita sih dapat untung banyak tapi pelanggan akan lari dan tidak membeli kembali”, tambah Mbah Darsih.
Agar menghemat biaya pengeluaran dalam pekerjaan membungkus kerupuk yang cukup banyak ini Mbah Darsih ditemani oleh suaminya dan juga cucu-cucunya. Sambil nonton tivi merekapun melakukan kegiatan membungkus kerupuk . Pekerjaan itu dijalani dengan senang hati tanpa ada tekanan.
“ Ya kerja semampunya yang penting besok pagi ada kerupuk yang dijual dan  laku pasti kita dapat hasil. Jika tidak laku ya dijual kembali besok pagi. Yang penting kita mau bekerja Allah pasti akan memberi rezeki pada kita semua”, kata mbah Darsih bersemangat. (Muin)
Butuh Garam Krosok Demak Hubungi  HAMZAWI 085727809314

Jumat, 09 Oktober 2015

Kabarseputarmuria, Bantuan Geomembran Tingkatkan Kesejahteraan Pegaram D...



Demak- Pegaram di kabupaten Demak kini selangkah lebih maju dengan ditemukannya teknologi media Isolator di meja kristalisasi. Dengan media berupa plastic tebal berwarna hitam kini pegaram bisa membuat garam yang kualitasnya cukup bagus . Selain warnanya yang putih bersih juga kandungan Na Clnya cukup tinggi.

Meskipun baru beberapa petani yang menggunakan teknologi ini . Namun hal ini setidaknya menginspirasi seluruh pegaram Demak untuk alih teknologi ini. Dengan penggunaan media Isolator ini garam-garam petani kelak akan bisa memenuhi kebutuhan akan garam industry yang saat ini masih impor.

Salah satu pegaram Demak yang yang telah merasakan kehebatan media Isolator ini ada Khaeron pegaram dari dukuh Menco desa Berahan Wetan kecamatan Wedung. Lahan garam yang ia garap menjadi salah satu lahan percontohan teknologi media Isolator yang ditemukan oleh Dr. Ir. Sudarto  Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Semarang.


Senin, 05 Oktober 2015

Mashud Fotografer “ Manten” Asal Welahan Jepara, Sudah Puluhan Tahun

Pak Mashud Fotografer Amatir

Jepara- Saat ini kamera untuk mengambil gambar atau foto sudah bukan barang mahal lagi. Era film atau negative  juga sudah tidak jamannya lagi. Saat ini serba digital dan instan ambil gambar saat ini gambarnyapun langsung bisa dilihat saat itu juga. Bahkan gambar itu bisa disimpan dalam memori yang bisa dicetak sewaktu waktu.
“ Sebelum era digital seperti sekarang, dulu saya kalau dapat order foto manten harus beli rol film dulu. Setelah itu baru mengambil gambar hasilnya tidak bisa dilihat langsung. Kadang satu dua foto ada yang gagal dalam pengambilan gambarnya “, aku Mashud (60) fotografer manten asal desa Welahan pada kabarseputarmuria.com
Mashud mengatakan , pekerjaan sebagai fotografer amatir sudah ditekuni lebih 30 tahun. Sebelum era foto berwarna ia masih menerima order foto manten Hitam putih atau BW. Di sela-sela tidak ada order foto manten ia mendatangi sekolah-sekolah untuk menawarkan jasa foto untuk rapot dan ijasah.
“ Dulu orang yang trampil untuk memotret dan cetak foto Hitam Putih masih bisa dihitung dengan jari. Dulu belum ada mesin cetak foto color . Semua foto hasilnya masih hitam putih. Jadi hasilnya ya lumayan sekali “, aku Mashud yang pernah mencetak foto menggunakan lampu petromak.
Ia ingat ketika itu tahun tujuh puluhan sampai delapan puluhan satu kecamatan tukang foto masih bisa dihitung dengan jari. Sehingga untuk jasa foto ijasah setahun sekali bisa dapat borongan satu kecamatan. Sehingga i
Begitu juga foto manten, jika bulan-bulan bagus sebulan penuh tidak ada preinya. Setiap hari berangkat mendatangi undangan resepsi pengantin. Kamera yang dipakai juga masih manual mengandalkan insting dalam mengambil gambar. Tak jarang dalam pemotretan ada kegagalan yang membuat kecewa dan malu pada pelanggan.

“ Dulu hasil gambar tidak kelihatan dilayar monitor seperti sekarang. Sehingga kesalahan sedikit bisa mengakibatkan kegagalan. Gambar bisa terbakar karena film kemasukan cahaya. Kalau foto untuk ijasah sih bisa diulang tapi untuk manten ya alamat malu pada pelanggan”, aku Mashud.
Namun dengan datangnya era kamera digital ini , kerja lebih ringan dan hasilnyapun ditanggung bagus. Gambar bisa langsung dilihat dilayar monitor jika pengambilan gambar kurang bagus bisa diulang. Biaya operasional juga lebih sedikit karena tidak usah membeli rol film. Selain itu gambar bisa bervariasi hasilnya karena diedit dengan berbagai model via computer atau laptop.
Mashud mengatakan meski saat ini sudah banyak kamera digital dan HP kamera namun jasa foto amatir manten masih lumayan hasilnya. Jika bulan Besar atau Dzulhijjah misalnya sebulan penuh tidak ada nganggurnya terus berkeliling menemani juru rias mitra kerjanya. Selain itu kadang juga melayani panggilan untuk mengabadikan moment pengajian atau acara lainnya.
“ Ya inginnya sih alih  profesi pekerjaan lainnya tapi tak ada yang cocok. Jadinya ya tetap tekuni pekerjaan sebagai fotografer amatir. Alhamdulillah hasilnya bisa untuk menghidupi keluarga”, kata Mashud.

Suka dan duka sebagai fotografer amatir jika dihitung banyak sukanya. Selain banyak kenalan , dapat uang juga bisa makan gratis setiap harinya. Jika sebulan tanpa henti mendapatkan job maka jatah makan di rumahpun berkurang . (Muin)

Butuh Garam Krosok Demak Hubungi  HAMZAWI 085727809314